Sebuah Tahap

adrenalinku mulai terpacu lagi. setelah harapanku untuk menjadi young enterpreneur telah terdahului oleh orang terdekatku. aku merasa kalah awalnya. tapi setelah kupikir2 lagi, its not over, guys. ini hanya belum waktuku.. aku percaya jika Tuhan menghendaki dan tahu bahwa anakNya sanggup, dan itu adalah rencanaNya, sedikitpun aku tidak akan pernah mengurungkan niatku untuk menjadi pengusaha muda. sekarang siapa sih yang mau bekerja pada orang seumur hidupnya. entah kalau ada orang yang seperti itu. aku tidak mau seumur hidup menggantungkan pada orang lain. aku ingin membuka lahan pekerjaan sendiri kelak nanti. dan sekarang ini adalah saatnya aku mengumpulkan modal untuk masa depanku. tidak hanya secara materi, tapi juga mental, wawasan dan segalanya, agar dalam bisnisku kelak, aku tidak mudah ditipu. aku bangga memiliki seprang kekasih sepertinya. dan dia juga yang sudah membuatku sedikit iri. eits..jangan salah dulu, bukan iri negatif, melainkan iri ini membuatku semangat mempersiapkan segalanya. aku ahrus belajar memanage, mengatur emosi ku ini yang sangat meledak2, belajar merendahkan hati, mempunyai hati seorang hamba. saat ini aku bekerja di AJBS jl semarang. aku rasa aku sangat beruntung dapat bekerja disini. bayangkan saja, KTP saja aku belum selesai mengurusnya, tapi mereka tetap mau menerimaku untuk bekerja. aku sangat bersyukur sekali pada Tuhan. juga pada anda semua yang sudah bersedia menerimaku untuk bekerja. aku selalu berusaha memberikan yang terbaik. kembali lagi, tiap aku bekerja, yang mengawasiku 24jam adalah Tuhan sendiri. dan aku harus sadar diri akan hal itu. awal bekerja disini aku sangat merasa tidak nyaman. rasanya ingin sekali untuk segera pulang. tapi setiap aku mengeluh, aku kembali teringat pada mimpi besarku. dan hal tsb membuatku semangat lg untuk bekerja. hari demi hari kulalui, aku mulai menikmati pekerjaan ini. entah darimana hal tsb kurasakan. teman2 pun juga seperti keluarga.. aku cukup menikmatinya.. aku tidak bisa mendeskripsikan apa yang membuatku bisa bertahan untuk tetap bekerja. mungkin salah satu alasannya adalah MIMPI BESAR ku. sampai kapanpun aku tetap percaya dan aku akan melakukan apapun untuk meraihnya. aku tidak boleh kalah dengan kondisi atau waktu yg tidak tepat. aku yang berkuasa atas mereka. bukan aku yang harus taat pada kondisi dan waktu yg ada. sebaik mungkin aku harus dapat merubah kondisi atau waktu yang buruk menjadi baik. bukan malah aku larut dalamnya. tapi untuk melakukan hal tsb tidak semudah membalikkan telapak tangan. penguasaan diriku masih sangat minim. karakterku terlalu keras. aku sendiri sampai heran mengapa aku sekeras ini. aku juga tdk tahan krn hal ini berpengaruh pd org sekitarku. mereka jadi korban akibat emosiku,dll. dan sekarang .. aku sedang mempelajari bagaiman untuk mengontrol emosi. susah memang. tapi aku tak akan pernah lelah untuk mencoba. semua ini demi kebaikkanku dan mereka yg menyayangiku. dan aku selalu percaya bahwa apapun yang sangat mustahil, aku pasti bisa melakukannya bersama Tuhan...

0 Responses